Pengukuran Kinerja Pada Tahun 2026
NO Unit Kerja Target Satuan Kinerja (%) Cascading
TW1 TW2 TW3 TW4
1. Asisten Deputi Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil     103.33 103.33 n/a n/a
A. Terwujudnya Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     n/a n/a n/a n/a

IKU 1.1. Peningkatan Kontribusi Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil terhadap PDB

3.9 Persentase n/a n/a n/a n/a
B. Terwujudnya Kebijakan Pengembangan di Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     106.67 110 n/a n/a

IKU 2.1. Persentase efektivitas Penyelenggaraan Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian Kebijakan terkait Hilirisasi Industri Agro

80 Persentase 100 110 n/a n/a

IKU 2.2. Persentase efektivitas Penyelenggaraan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian Kebijakan terkait Penguatan Ekosistem Industri Kimia Dalam Negeri

80 Persentase 100 100 n/a n/a

IKU 2.3. Persentase efektivitas Penyelenggaraan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian Kebijakan terkait Peningkatan Daya Saing Industri Tekstil dan Alas Kaki di Pasar Domestik dan Global

80 Persentase 120 120 n/a n/a
C. Terwujudnya Penyelenggaraan Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian Kebijakan di Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     n/a 100 n/a n/a

IKU 3.1. Indeks Kepuasan Layanan Sinkronisasi, Koordinasi dan Pengendalian Kebijakan di Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil

3 s.d. 4 Indeks n/a 100 n/a n/a
D. Terwujudnya Tata Kelola Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     100 100 n/a n/a

IKU 4.1 Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil

92 Persentase 100 100 n/a n/a
2. Sekretariat Deputi     103.33 103.33 n/a n/a
A. Terwujudnya Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     n/a n/a n/a n/a

IKU 1.1. Peningkatan Kontribusi Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil terhadap PDB

3.9 Persentase n/a n/a n/a n/a
B. Terwujudnya Kebijakan Pengembangan di Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     106.67 110 n/a n/a

IKU 2.1. Persentase efektivitas Penyelenggaraan Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian Kebijakan terkait Hilirisasi Industri Agro

80 Persentase 100 110 n/a n/a

IKU 2.2. Persentase efektivitas Penyelenggaraan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian Kebijakan terkait Penguatan Ekosistem Industri Kimia Dalam Negeri

80 Persentase 100 100 n/a n/a

IKU 2.3. Persentase efektivitas Penyelenggaraan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian Kebijakan terkait Peningkatan Daya Saing Industri Tekstil dan Alas Kaki di Pasar Domestik dan Global

80 Persentase 120 120 n/a n/a
C. Terwujudnya Penyelenggaraan Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian Kebijakan di Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     n/a 100 n/a n/a

IKU 3.1. Indeks Kepuasan Layanan Sinkronisasi, Koordinasi dan Pengendalian Kebijakan di Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil

3 s.d. 4 Indeks n/a 100 n/a n/a
D. Terwujudnya Tata Kelola Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Berkualitas     100 100 n/a n/a

IKU 4.1 Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil

92 Persentase 100 100 n/a n/a
Penjelasan warna
No Warna Keterangan
1
Skor >= 100
2
80 <= Skor < 100
3
Skor < 80
  • Nilai Kinerja Level Unit Kerja diperoleh dari nilai rata-rata capaian kinerja pada Sasaran, sedangkan nilai kinerja level sasaran diperoleh dari nilai rata-rata capaian kinerja pada Indikator.