Pengukuran Kinerja Pada Tahun 2025
NO Unit Kerja Target Satuan Kinerja (%) Cascading
TW1 TW2 TW3 TW4
1. Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral     98.45 105.48 97.35 n/a
A. Terwujudnya Ketahanan Energi Nasional yang Berkelanjutan     86.11 95.59 79.28 n/a

Pasokan Energi Primer

237.1 Megaton Oil Equivalent (MTOE) 93.4 93.37 76.93 n/a

Porsi EBT dalam Bauran Energi Primer 

20 Persentase 73.4 73.4 74.95 n/a

Konsumsi Energi Primer

0.57 TOE/Kapita 91.52 120 85.96 n/a
B. Terwujudnya Peningkatan Nilai Tambah, Produktivitas, dan Daya Saing Industri Pengolahan Sub-Sektor Pertambangan     87.27 100 100 n/a

Rasio PDB Industri Pengolahan Sub-Sektor Pertambangan

2.75 s.d. 3 Persentase 87.2727 100 100 n/a
C. Terwujudnya Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon yang Berkeadilan dan Berdaya Saing Global     97.3 97.3 98.76 n/a

Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energi

159.9 Ton Co2-eq 97.3 97.3 98.76 n/a
D. Terwujudnya Kebijakan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral yang Berkualitas     100 100 100 n/a

Indeks Efektivitas Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

4 indeks 100 100 100 n/a
E. Terwujudnya Layanan Sinkronisasi, Koordinasi dan Pengendalian Kebijakan di Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral yang Berkualitas     100 120 100 n/a

Indeks Kepuasan Layanan Sinkronisasi, Koordinasi dan Pengendalian Kebijakan di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

3 Indeks 100 120 100 n/a
F. Terwujudnya Tata Kelola Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral yang Berkualitas     120 120 106.05 n/a

Persentase Pelaksanaan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral

80 Persentase 120 120 106.05 n/a
Penjelasan warna
No Warna Keterangan
1
Skor >= 100
2
80 <= Skor < 100
3
Skor < 80
  • Nilai Kinerja Level Unit Kerja diperoleh dari nilai rata-rata capaian kinerja pada Sasaran, sedangkan nilai kinerja level sasaran diperoleh dari nilai rata-rata capaian kinerja pada Indikator.