Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Latar Belakang

Vokasi diartikan sebagai pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi atau keahlian di Indonesia. Guna menciptakan tenaga kerja yang memiliki penguasaan pada kualifikasi atau keahlian tersebut, maka pendidikan dan pelatihan vokasi yang dikembangkan melalui 3 lembaga utama, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK). Pendidikan dan pelatihan vokasi dibentuk dengan tujuan untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap masuk ke dunia kerja sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Pentingnya pengembangan kebijakan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menselaraskan antara lulusan vokasi dengan kebutuhan DUDI. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di Indonesia melalui kebijakan pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi. Kebijakan ini mendorong beberapa sasaran utama yang ingin dicapai, yaitu: (i) menciptakan lembaga vokasi yang lebih berkualitas; (ii) mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia; dan (iii) mendorong terciptanya link and match antara lulusan vokasi dengan kebutuhan DUDI.

Saat ini dunia juga sedang dihadapkan pada Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi yang tentunya akan membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang tinggi untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, diharapkan dapat menciptakan SDM yang mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi ini dijalankan melalui 5 (lima) pokok kebijakan utama, yaitu: (i) mereformasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, diantaranya melalui penyusunan kurikulum bersama dengan industri serta pelaksanaan Training of Trainers (ToT) untuk tenaga pendidik vokasi yang meliputi guru SMK, dosen politeknik, dan instruktur BLK; (ii) mengembangkan berbagai standar kompetensi, diantaranya melalui penyusunan dan penetapan berbagai standar kompetensi setra membakukan langkah/mekanisme akreditasi kompetensi; (iii) membakukan model kerjasama untuk sarana dan prasarana dengan industri, diantaranya melalui penetapan beberapa model kerjasama yang dikembangkan dengan industri; (iv) membakukan mekanisme pemagangan, diantaranya melalui penetapan template/model peran industri dan pemagangan; serta (v) meningkatkan pendanaan dan koordinasi, diantaranya melalui pengembangan insentif pajak bagi industri, penyusunan skema pendanaan Skill Development Fund, penyusunan informasi pasar kerja yang komprehensif (online job platform), dan pembentukan komite vokasi baik di tingkat pusat maupun daerah. Program Pengembangan Vokasi ini secara umum muncul karena beberapa permasalahan yang melatarbelakanginya diantaranya:

§  Pengangguran mencapai 6,8 juta jiwa,  25%  di antaranya berasal dari lulusan vokasi (BPS, 2018).

§  Mismatch lulusan vokasi dengan DUDI sebesar 50% (BPS,2018).

§  Arahan Presiden pada ratas 21 November 2018, Menko Perekonomian ditugaskan mengkoordinasikan kebijakan pengembangan vokasi di Indonesia.

Program  Pegembangan Vokasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, terwujudnya link and match antara lulusan vokasi dengan kebutuhan DUDI, dan mencipakan Lembaga Pendidikan dan pelatihan vokasi yang lebih berkualitas.


Rencana Kinerja

Adapun Rencana kegiatan Program Vokasi sebagai berikut:

1.       Updating Roadmap Kebijakan Vokasi 2017-2025

2.       Koordinasi kebijakan vokasi dan penyusunan komite vokasi nasional

3.       Pilot project  SMK kurikulum kopi di SMK PPN Tanjungsari Sumedang

4.       Pilot Project revitalisasi BLK  Kulon Progo untuk penyiapan SDM Bandara NYIA

5.       Pilot Project Revitalisasi SMK dan BLK Kerjasama dengan 9 Pemerintah Daerah


Dalam rencana kegiatan yang telah ditetapkan kemudian disepakati mengenai waktu pelaksanaan pada setiap program kegiatan yang telah ditntukan. Berikut ini merupakan time line pelaksanaan program kerja Pengembangan dan Pendidikan Sekolah Vokasi:



Target Kinerja

Dengan adanya Program Pengembangan Vokasi ini diharapkan mampu mencapai target dan output berupa:

·         Roadmap Kebijakan Pengembangan Vokasi 2019-2025.

·         Tersusunnya Strategi Nasional Vokasi (TVET System Reform) dan Komite Nasional Vokasi.

·         Launching dan Implementasi Pilot Project Revitalisasi SMK/BLK kerjasama dengan  9 Pemda.

·         Penyusunan kurikulum SMK Kompetensi Kopi Kelas XI & XII SMK PPN Tanjungsari.

·         Launching dan Implementasi Pilot Project Revitalisasi BLK Kulon Progo.

·         Terbitnya PP dan PMK fasilitas Tax Deduction untuk kegiatan vokasi bagi industri.


Capaian Kinerja

Perkembangan capaian program pengembangan vokasi sampai dengan Triwulan III 2019 adalah sebagai berikut:

1.   Roadmap Kebijakan Pengembangan Vokasi di Indonesia 2019-2025, menjadi acuan bagi Kementan dalam penyusunan Roadmap Pengembangan POLBANGTAN 2020-2045.

2.     Draft White Paper kebijakan TVET Indonesia.

3.    Pilot Project Revitalisasi SMK/BLK kerjasama 9 Pemda, 17 kompetensi kelas pilot project telah dimulai tahun ajaran juli 2019, dengan melibatkan 20 SMK dan 1 BLK.

4.     Pilot project telah direplikasi oleh Pemprov Jatim dengan menambah 3 SMK kompetensi sektor ekonomi digital (Animasi 3D, Grafika Digital & Cloud Computing).

5.     MoU kerjasama ToT guru produktif SMK kopi (SMK PPN Tanjungsari) dengan KT&G Korea.

6.    Operasional bandara NYIA sudah didukung oleh 176 orang hasil pelatihan kebandarudaraan program pilot project revitalisasi BLK Kulon Progo.

 






Navigation