Header Style
Navbar Color

Nawacita, RPJMN, Misi Presiden

RPJMN 2015-2019 merupakan tahapan ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Visi pembangunan ekonomi nasional dalam RPJP 2005-2025 adalah “Terwujudnya perekonomian yang maju, mandiri, dan mampu secara nyata memperluas peningkatan kesejahteraan masyarakat berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi yang menjunjung persaingan sehat dan keadilan, serta berperan aktif dalam perekonomian global dan regional dengan bertumpu pada kemampuan serta potensi bangsa”.

Dalam rangka perwujudan visi RPJP 2005-2025 dimaksud, dilakukan melalui 7 (tujuh) Misi Pembangunan yaitu:

1.      Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan;

2.      Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum;

3.      Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim;

4.      Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera;

5.      Mewujudkan bangsa yang berdaya saing;

6.      Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional;

7.      Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

 

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 dijalankan dengan peneguhan kembali jalan ideologis bangsa, yaitu Pancasila dan Trisakti:

1)      Kedaulatan dalam politik diwujudkan dalam pembangunan demokrasi politik yang berdasarkan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

2)      Berdikari dalam ekonomi diwujudkan dalam pembangunan demokrasi ekonomi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan di dalam pengelolaan keuangan negara dan pelaku utama dalam pembentukan produksi dan distribusi nasional.

3)      Kepribadian dalam kebudayaan diwujudkan melalui pembangunan karakter dan kegotong-royongan yang berdasar pada realitas kebhinekaan dan kemaritiman sebagai kekuatan potensi bangsa dalam mewujudkan implementasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi Indonesia masa depan.

 

Mengacu pada tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia ke depan, maka arah kebijakan umum pembangunan nasional 2015-2019 adalah:

1.     Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.

2.     Meningkatkan Pengelolaan dan Nilai Tambah Sumber Daya Alam (SDA) yang Berkelanjutan.

3.     Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Pertumbuhan dan Pemerataan.

4.     Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, Mitigasi Bencana Alam dan Penanganan Perubahan Iklim.

5.     Penyiapan Landasan Pembangunan yang Kokoh.

6.     Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat Yang Berkeadilan.

7.     Mengembangkan dan Memeratakan Pembangunan Daerah.

Memperjelas arah perwujudan visi pembangunan dimaksud, sembilan Agenda Prioritas ditetapkan Presiden untuk menunjukkan prioritas dalam jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, yang selanjutnya dirumuskan sembilan agenda prioritas (nawacita), yaitu:

1)   Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara

2)   Membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya

3)   Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan

4)   Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya

5)   Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia

6)   Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya

7)   Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik

8)   Melakukan revolusi karakter bangsa

9)   Memperteguh Ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

 

 

Navigation