Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Latar Belakang

Program Prioritas Joint Crediting Mechanism (JCM) merupakan salah satu program prioritas Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional dengan harapan mampu memberikan kontribusi yang baik terhadap perdagangan Indonesia secara internasional. Terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi adanya program tersebut yaitu:

1.    Skema JCM didasari keinginan Indonesia dan Jepang untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi global melalui implementasi kerjasama pembangunan rendah karbon.

2.     Kerjasama bilateral Kemitraan Pertumbuhan Rendah Karbon ini ditandatangani pada 26 Agustus 2013 oleh Menko Perekonomian RI dan Menteri Luar Negeri Jepang.


Rencana Kinerja

Program Penyelesaian Sengketa di WTO  ini bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia memenuhi komitmen terhadap putusan panel DSB WTO agar Indonesia fully comply terhadap ketentuan WTO dan dapat meminimalisir kemungkinan retaliasi dan dapat dinyatakan fully comply melalui sequencing. Oleh karena itu, untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut,telah disusun rencana kinerja yang telah disetujui yaitu:

§    Dalam implementasi JCM, Joint Committee (JC) adalah pengambil keputusan tertinggi yang terdiri pejabat eselon 2 kedua negara. Asdep KSE Multilateral & Pembiayaan adalah ketua JC Indonesia yang beranggotakan perwakilan dari 8 K/L terkait1).

§     Untuk mendukung tugas JC dari aspek teknis dan administrasi maka dibentuk Sekretariat JCM Indonesia yang berada di bawah Kemenko Perekonomian dengan anggotanya adalah karyawan Kemenko Perekonomian dan 2 tenaga ahli.

§       Teknologi yang banyak diimplementasikan adalah efisiensi energi dan energi terbarukan. Jumlah perusahaan Jepang yang terlibat adalah > 100, perusahaan Indonesia 45, 2 BUMN, dan 6 pemerintah daerah.

§      Penurunan emisi yang dihasilkan berupa kredit karbon yang diterbitkan dan dibagi untuk pemerintah kedua negara dan penurunan emisi langsung untuk pemerintah Indonesia yang keduanya ditujukan untuk pemenuhan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagaimana tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

§      Dalam implementasi JCM di Indonesia setiap proyek diwajibkan memenuhi kriteria sustainable development5). Saat ini implementasi JCM di Indonesia menjadi yang terbaik di antara 17 negara yang bekerjasama dengan pemerintah Jepang.


PROGRAM/KEGIATAN

Q1

Q2

Q3

Q4

PROGRAM JOINT CREDITING MECHANISM

Penyelesaian siklus proyek JCM (koordinasi antar K/L dan kesekretariatan)

Review dan persetujuan metodologi

Registrasi proyek

Penghitungan penurunan emisi

Pertemuan Joint Committee ke-9

Pertemuan Joint Committee ke-9

Monitoring dan evaluasi proyek JCM

Proyek yang telah selesai instalasi

Proyek baru

Sosialisasi perkembangan JCM

Sosialisasi tingkat nasional

Sosialisasi tingkat internasional



Target Kinerja

Program Prioritas Joint Credit Mechanism diharapkan mampu memberikan kontribusi terutama terhadap perdagangan Indonesia secara internasional dengan target:

       Penyelesaian siklus proyek sampai dengan penghitungan penurunan emisi.

       Peningkatan capacity bulding.

       Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penurunan emisi  khususnya program JCM



Capaian Kinerja

Capaian program prioritas hingga Triwulan III Tahun 2019 dibidang Joint Credit Mechanism adalah sebagai berikut:

  1. Sejumlah 18 metodologi sebagai dasar untuk implementasi proyek JCM telah disetujui.
  2. Sebanyak 34 proyek diimplementasikan, dimana 18 proyek diantaranya telah diregistrasi. Sejumlah 4 proyek telah berhasil menerbitkan karbon kredit dengan total 705 ton CO2.
  3. Sebanyak 20 studi kelayakan telah disusun.
  4. Total investasi JCM sebesar US$126 juta (investasi swasta US$77 juta dan subsidi Pemerintah Jepang US$49 juta).


 

Navigation