Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Capaian program prioritas hingga Triwulan III Tahun 2019 dibidang penyelesaian sengketa perdagangan di WTO adalah sebagai berikut:

  • Beberapa upaya untuk full compliance terhadap DS 477 dan 478 (Selandia Baru dan Amerika Serikat sebagai penggugat) tentang hewan dan produk hewan serta produk Hortikultura telah dilakukan. Capaian pada Triwulan III tahun 2019 (Measures 1-18) adalah sebagai berikut: (1) Penerbitan Permentan 39/2019 dan Permendag 44/2019 tentang impor hortikultura; (2) Penerbitan Permentan 42/2019, Permendag 72/2019 tentang impor hewan dan produknya; (3) Revisi empat Undang-undang (UU) diantaranya nomor 13/2010 tentang Hortikultura, 18/2012 tentang Pangan, 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Saat ini Pemerintah RI telah menyusun dokumen setara naskah akademik dan menyampaikan izin prakarsa terkait pengesahan empat RUU tersebut oleh Menteri Pertanian kepada Presiden pada tanggal 30 Agustus 2019.
  • Upaya compliance DS WTO 484 (Brasil sebagai penggugat) tentang Daging Ayam dan Produk Ayam telah dilaksanakan berdasarkan putusan DSB WTO tertanggal 22 November 2017. Telah dilakukan penyusunan Status Report sebanyak 11 kali oleh Indonesia kepada DSB WTO setiap bulannya terkait perkembangan compliance DS 484, namun hingga deadline RPT (22 Juli 2018) Indonesia belum fully comply. Brasil mengajukan permohonan pembentukan Compliance Panel kepada DSB WTO dan secara resmi dibentuk tertanggal 24 Juni 2019. Selanjutnya upaya full compliance terhadap DS 484 tentang Daging Ayam dan Produk Ayam yang telah dilakukan hingga Triwulan III 2019 sbb: (1) Penerbitan Permentan 42/2019 dan Permendag 72/2019 mengenai impor hewan dan produknya yang telah mengakomodir concern Brasil; (2) Rakor Tim Clearing House tanggal 8 Agustus dan 17 September 2019 yang dipimpin oleh Deputi 7, menuju pemenuhan concern Brasil; Brasil telah menanggapi desk review RI dan akan dibahas Komisi Ahli Kementan. Saat ini tengah disusun First Written Submission (FWS) ke-1 oleh Indonesia yang akan disampaikan pada tanggal  18 Oktober 2019 di Jenewa, Swiss yang menjelaskan capaian perubahan regulasi Indonesia kepada panel untuk full compliance. Disamping itu RI dan Brasil segera tanda tangan protokol impor 50 ribu ton daging sapi Brasil.
  • Upaya full compliance terhadap DS 490 dan 496 (Taipei dan Vietnam sebagai pengguggat) tentang produk besi dan baja tertentu Capaian: Penerbitan PMK No. 26/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk tindakan Pengamanan (BMTP) terhadap Impor Produk Canai Lantaian dari Besi atau Baja Bukan Paduan (BjLAS) à Impor dari China Taipei dan Viet Nam per 22 Maret 2019 tidak lagi dikenakan BMTP.
  • Status DS 506 terkait daging sapi Brasil belum terdapat tindak lanjut.

Navigation