Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan daya saing diperlukan adanya sistem logistik nasional yang efektif dan efisien dengan mengintegrasikan antara daratan dan lautan menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.

Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas), pembenahan Sistem Logistik Nasional dilakukan melalui pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi pengembangan 6 (enam) kunci penggerak utama Sislognas, meliputi: (1) Komoditas Penggerak Utama; (2) Infrastruktur Transportasi; (3) Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik; (4) Manajemen Sumber Daya Manusia; (5) Teknologi Informasi dan Komunikasi; dan (6) Regulasi, Peraturan, dan Perundangan.

Tujuannya adalah meningkatkan skor Logistic Performance Index (LPI) Indonesia melalui pokok kebijakan peningkatan Konektivitas Ekonomi Desa, Kota, dan Pasar Global. LPI diterbitkan oleh World Bank Group guna memantau kondisi logistik semua negara di dunia berdasarkan 6 (enam) dimensi (komponen), yaitu: (i) customs, (ii) infrastructure, (iii) international shipments, (iv) logistics quality and competence, (v) tracking and tracing, dan (vi) timeliness.

Dalam Era Revolusi Industri 4.0, Transformasi Digital merubah proses bisnis logistik dan Supply Chain sehingga sistem logistik ke depan lebih menggunakan  jaringan supply chain yang saling terkoneksi melalui perangkat digital. Perpres No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Sistem Logistik Nasional, memberikan arahan bahwa Pengembangan Sistem Logistik Nasional dilakukan secara terintegrasi, terkoordinasi dan Kolaboratif, melalui pengembangan 6 (enam) kunci penggerak utama, sebagaimana ditunjukkan pada ilustrasi berikut ini:




Rencana Kinerja

Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan sehubungan dengan program logistic nasional tahun 2019 adalah sebagai berikut:

 

1. Pemetaan Permasalahan Penggunaan Term of Trade CIF untuk Ekspor dan FOB untuk Impor dalam angkutan laut

2. Penyusunan Rancangan Sistem Vocational Education and Training (VET) di Sektor Logistik;

3. Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Logistik;

4. Peningkatan Efektifitas Implementasi e-Logistik



Capaian Kinerja

Untuk itu, sejumlah capaian program pengembangan logistik nasional sampai dengan Triwulan III 2019, adalah sebagai berikut:

§  KONEKTIVITAS EKONOMI DESA, KOTA, DAN PASAR GLOBAL

Pengembangan Logistik Pangan Desa-Kota-Pasar Global diantaranya melalui Pilot Project Pengiriman ± 500 Kg Produk Hortikultura (Tomat, Brokoli, dan Selada) dari Gapoktan Lembang Agri Bandung ke Distribution Center Lotte di Jakarta oleh PT Pos Indonesia.

§  PENGEMBANGAN SDM SEKTOR LOGISTIK

Pengembangan Standar Okupasi dan Standar Kompetensi Baru Bidang Logistik, melalui:

-    Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Pengangkutan dan Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Bidang Logistik melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 94 Tahun 2019 tanggal 21 Maret 2019, yang terdiri dari 5 Okupasi dengan 45 Unit Kompetensi, meliputi: Warehouse Operator, Logistics Administrator Officer, Warehouse Supervisor, Freight Forwarding dan Distribusi, dan Supply Chain Manager.

-    Pra Konvensi Penetapan 8 Standar Okupasi dengan 49 Unit Kompetensi, antara lain: Freight Handler, Materials Handling Equipment Operator, Logistics Data Entry Officer, Motorcycle Courier, Senior Purchasing Officer, Purchasing Manager, Pickup and Delivery Driver, dan Junior Warehouse Operator.

-    Stakeholders: pelaku usaha/industri, akademisi, LSP, BNSP dan Kementerian terkait.

§  PENGEMBANGAN E-LOGISTIK

Telah disusun kesepakatan Pengembangan Layanan Sistem DO Online melalui Sistem INSW di Pelabuhan Tanjung Priok yang direncanakan soft launching pada tanggal 14 Oktober 2019 dan launching pada tanggal 28 Oktober 2019.

Navigation