Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Latar Belakang

Dalam rangka memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi defisit transaksi berjalan, Pemerintah mendorong industri berorientasi ekspor, dengan menggali potensi dari industri yang memiliki kapasitas dan memiliki daya saing produk global untuk didorong ekspor.

Langkah strategis dalam penetapan industri yang memiliki potensi ekspor, dilakukan dengan mengidentifikasikan hambatan dan mencari solusi bagi pengembangan industri, baik dari sisi regulasi maupun daya saingnya. Pemerintah perlu segera menetapkan komoditi dan sektor unggulan yang diharapkan dapat mendorong ekspor. Berbagai factor pemdorong yang menjadikan Industri Berorientasi Ekspor menjadi program prioritas yang harus segera direalisasikan mengingat beberapa kondisi dimana Indonesia bisa menciptakan sector industri berorientasi ekspor ini diantaranya adalah:

  • Industri manufaktur merupaka penyumbang terbesar dalam kontribusinya terhadap pertumbuhan GDP Indonesia
  • Indonesia merupakan salah satu negara dengan komoditi ekspor terbesar di dunia sehingga memiliki peluang yang masih sangat besar di dalam pasar internasional
  • Terdapat peluang ekspor dengan adanya perang dagang antara China dengan Amerika Serikat yang mana situasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

Program Prioritas Industri Berorientasi Ekspor memiliki dua tujuan utama yaitu: untuk mengurangi deficit neraca perdagangan dan juga mengembangkan industry nasional. Dengan demikian program-program ini dapat memberikan: kemudahan perizinan berusaha, kepastian hukum bagi investor, meningkatkan investasi baik PMDN maupun PMA, meningkatkan industri dan kinerja ekspor, dan menciptakan lapangan pekerjaan.


Rencana Kinerja


Target Kinerja

Untuk melaksanakan kebijakan pilihan industri berorientasi ekspor yang telah ditetapkan pada tahun 2018, Pemerintah akan segera menetapkan komoditi ekspor unggulan beserta kebijakan yang harus dilakukan untuk mendorong ekspor nasional.

 

Komoditi ekspor unggulan yang ditetapkan berasal dari kelompok industri berorientasi ekspor yang telah dirumuskan di tahun 2018. Namun demikian, Pemerintah tetap mempertimbangkan faktor volatilitas harga komoditi di pasar internasional pada tahun 2019. Selain penetapan komoditi ekspor unggulan, Pemerintah juga menyiapkan berbagai instrument kebijakan untuk mendorong ekspor, antara lain:

 

a.            Kebijakan dalam jangka pendek: 1) pemberian insentif perpajakan; dan 2) penyederhanaan prosedur ekspor untuk mengurangi ekonomi biaya tinggi.

 

b.     Kebijakan dalam jangka menengah-panjang: 1) penguatan struktur industri berorientasi ekspor; 2) pengembangan SDM di bidang ekspor; 3) pengembangan produk-produk unggulan ekspor; 4) diversifikasi pasar non-tradisional; 5) pemberian fasilitas pembiayaan ekspor.


Capaian Kinerja

Sampai dengan Triwulan III 2019 telah dilakukan penetapan komoditi ekspor unggulan hasil industri, yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Elektronik, Industri Tekstil dan Produk Tekstil, Industri Otomotif, dan Industri Kimia. Selain itu telah dilakukan identifikasi permasalahan industri dari sisi proses produksi, regulasi, dan akses pasar. Terkait dengan Industri Otomotf dan Industri Elektronik, telah dilakukan penyelesaian permasalahan utama industri, diantaranya melalui penyusunan/penetapan sejumlah regulasi. Rincian progress capaian program per Industri disajikan dalam tabel sebagai berikut.








Navigation