Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Latar Belakang

Program Kemitraan Ekonomi Umat merupakan implementasi dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi yang sejalan dengan rekomendasi hasil Kongres Ekonomi Umat. Program ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan ekonomi kerakyatan sebagai payung program kemitraan antara umat (kelompok masyarakat berbasis keagamaan, khususnya UMKM) dengan kelompok usaha besar. Kehadiran kelompok masyarakat berbasis keagamaan yang memiliki pengaruh besar dan jejaring luas di tengah masyarakat hingga ke pelosok perdesaan, merupakan sebuah modal sosial yang sangat penting pada pelaksanaan program ini dalam upaya mengakselerasi pengurangan ketimpangan secara nasional.

Program Kemitraan Ekonomi Umat diharapkan dapat mendorong sinergi yang lebih kuat dan luas antara kelompok usaha besar, pemerintah, kelompok masyarakat termasuk yang berbasis keagamaan, serta pihak-pihak terkait lainnnya dalam upaya mendorong pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial, melalui peningkatan keterampilan, kesempatan berwirausaha dan kesempatan berusaha masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan. Dalam implementasinya, Program Kemitraan Ekonomi Umat memperoleh respon dan apresiasi positif dari kelompok usaha besar.


Rencana Kinerja

Untuk tahun 2019, telah direncanakan beberapa kegiatan untuk mendorong Kemitraan Ekonomi Umat yang meliputi:


1. Pengembangan dan perluasan pelaksaan Pilot Project Kemitraan Ekonomi Umat yang sudah ada.


2. Terlaksananya Pilot Project Kemitraan Ekonomi Umat baru antara kelompok usaha dengan pondok pesantren dan masyarakat.

3. Meningkatkan sinergi pelaksanaan program Kemitraan Ekonomi Umat dengan program/kegiatan terkait dengan kementerian/lembaga lainnya.


Target Kinerja

Target yang harus dicapai dengan adanya Program Kemitraan Ekonomi Umat ini adalah:


·         Akselerasi dan aktivasi skema kemitraan (pada sektor yang belum  berjalan)

·         Scaling up pilot kemitraan, serta

·         Launching program/pilot

Dalam mencapai target kinerja yang harus dicapai, maka telah disusun rencana aksi secara kuartalan untuk melakukan pemantauan terhadap jalannya kegiatan Program Kemitraan Ekonomi Umat. Berikut ini merupakan penjabaran rencana aksi yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan:






Capaian Kinerja

Program Kemitraan Ekonomi Umat merupakan implementasi dari Kebijakan Pemerataan Ekonomi yang sejalan dengan rekomendasi hasil Kongres Ekonomi Umat. Program ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan ekonomi kerakyatan sebagai payung program kemitraan antara umat (kelompok masyarakat berbasis keagamaan, khususnya UMKM) dengan kelompok usaha besar. Program Kemitraan Ekonomi Umat diharapkan dapat mendorong sinergi yang lebih kuat dan luas antara kelompok usaha besar, pemerintah, kelompok masyarakat termasuk yang berbasis keagamaan, serta pihak-pihak terkait lainnnya dalam upaya mendorong pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial, melalui peningkatan keterampilan, kesempatan berwirausaha dan kesempatan berusaha masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan. Dalam implementasinya, Program Kemitraan Ekonomi Umat memperoleh respon dan apresiasi positif dari kelompok usaha besar. Sejumlah capaian program sampai dengan Triwulan III 2019 adalah sebagai berikut:

  1. Implementasi kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan platform digital (Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee);
  2. Implementasi MoU Kemenko Perekonomian dengan PT Astra Internasional mengenai kolaborasi Program Kemitraan Ekonomi Umat dengan Program Kampung Berseri Astra;
  3. Evaluasi Kemitraan Budidaya Singkong di Sulawesi Selatan antara PT. Mayora, Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN), dan Bank Sulselbar;
  4. Implementasi pelatihan Integrated farming Santripreneur-Petani Muda oleh Medco Foundation dan IPB;
  5. Penjajakan kerjasama dengan Sampoerna Enterpreneur Training Center (SETC) di Pasuruan terkait pelatihan kewirausahaan di Pondok Pesantren;
  6. Telah dilaksanakan rapat tingkat eselon I K/L yang menyepakati perlunya keberlanjutan Komite Kemitraan Ekonomi Umat dengan perluasan stakeholders dan penerima manfaat.





Navigation