Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image


Latar Belakang

Dalam rangka keberlanjutan produksi, Pemerintah melakukan peremajaan tanaman sawit melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program PSR merupakan upaya pengembangan perkebunan dengan melakukan penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru, baik secara keseluruhan maupun secara bertahap yang dikelola secara berkelanjutan sesuai dengan prinsip-prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Peremajaan diperuntukan juga bagi tanaman sawit petani (pekebun) yang tidak pernah berbuah karena kesalahan penggunaan bibit dan yang produktivitasnya sudah rendah (kurang dari 10 ton/hektare/tahun).

Tanpa penambahan luas areal perkebunan yang telah ada dengan dilakukannya PSR, perbaikan tata kelola, peningkatan akses terhadap informasi, sumber pendanaan, pasar serta kepastian legalitas lahan diharapkan dalam 3-4 tahun mendatang produksi minyak kelapa sawit (CPO) akan meningkat 2 kali lipat. Program Peremajaan Sawit Rakyar (PSR) dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga produksi sawit Indonesia agar tetap menjadi nomor 1 dunia. Hal ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dimana produktivitas perkebunan rakyat rendah yang berdampak pada penurunan pendapatan petani.


Rencana Kinerja


Target Kinerja


Capaian Kinerja

Sejumlah capaian program sampai dengan Triwulan III 2019 adalah sebagai berikut:

1.   Rekomendasi teknis (rekomtek) bagi perkebunan kelapa sawit rakyat yang telah memenuhi syarat per September 2019 telah mencapai sekitar 39,9 ribu hektar.

2.   Capaian Penyaluran Dana PSR Tahun 2019 sampai dengan September 2019 adalah sebesar ± Rp 1 Triliun atau 37% dari target penyaluran tahun 2019.

Adapun perkembangan Realisasi Rekomendasi Teknis Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Periode tahun 2017-September 2019 adalah sebagai berikut:











Navigation