Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image


Latar Belakang

Dalam RPJMN 2015-2019 disebutkan bahwa untuk tetap meningkatkan dan memperkuat kedaulatan pangan, salah satu sasaran utama prioritas nasional bidang pangan periode 2015-2019 adalah terwujudnya peningkatan distribusi dan aksesibilitas pangan. Muara dari sasaran utama tersebut adalah menjaga tingkat daya beli melalui Program Prioritas Stabilisasi Harga Pangan. Arah Kebijakan Pangan tergambar pada Prioritas Nasional ke-4 (PN04), yaitu Pemantapan Ketahanan Energi, Pangan dan Sumber Daya Air, yang secara spesifik digambarkan pada Program Prioritas (PP) ke-2, yaitu Peningkatan Produksi, Akses, dan Kualitas Konsumsi Pangan, yang dijabarkan menjadi Kegiatan Prioritas (KP) antara lain: (1) Peningkatan Penyediaan Pangan Hasil Pertanian dan Perikanan; (2) Penguatan Kelembagaan serta Layanan Pertanian dan Perikanan; (3) Peningkatan Kualitas Konsumsi Pangan; (4) Penyediaan Sarana Prasarana Pertanian dan Perikanan; serta (5) Penguatan Cadangan dan Stabilisasi Harga Pangan.

Upaya menjaga kestabilan harga pangan dilakukan melalui kegiatan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan. Tujuan umum pelaksanaan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan stabilitas harga pangan adalah menjaga stabilitas ketersediaan dan harga pangan. Pangan yang tercakup di sini antara lain beras, jagung, kedelai, gula, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, cabe, bawang merah dan ikan. Secara makro, sasaran program prioritas ini adalah menjaga tingkat inflasi pangan kurang dari 5%.




Rencana Kinerja

Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, maka diusulkan beberapa kegiatan yang akan dijalankan pada tahun 2019, antara lain:


1.          Melakukan koordinasi dalam penyediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan penyempurnaan neraca pangan.

 

2.          Melanjutkan program implementasi penyaluran KUR untuk Dryer, Peternak dan Nelayan yang selama ini telah memberikan dampak positif pada masyarakat.

 

3.          Melanjutkan pengembangan Model Klaster Bisnis Padi dan Budidaya Padi pada Lahan Rawa.

 

4.          Mengembangkan industri sapi potong yang diarahkan kepada industri off farm (penggemukan) dan industri Rumah Potong Hewan (RPH).

 

5.          Mengembangkan Perunggasan Nasional melaui Penyusunan National Stock Replacement GPS Ayam Ras Broiler dan Layer.

 

6.          Mengkoordinasikan penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pulau Karantina dan Rancangan Peraturan Presiden tentang Lahan Sawah yang dilindungi.

 

7.          Melakukan koordinasi kebijakan pengembangan industri rumput laut nasional.

 

8.          Mendorong implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).

 

9.          Melakukan koordinasi kebijakan sarana dan prasarana pertanian (pupuk, benih, dan alsintan)


Target Kinerja




Capaian Kinerja

Untuk Tahun 2019, kebijakan di bidang stabilisasi harga pangan ditujukan untuk mengendalikan inflasi bahan makanan pada rentang 2,5-4,5%, Sejumlah capaian program sampai dengan Triwulan III 2019 adalah sebagai berikut:

   1. Terjaganya  fluktuasi bahan makanan  (volatile food) kurang dari 5%

Inflasi Bahan Makanan Januari – September 2019 (ytd) = 3,51% (yoy) = 5,42%, lebih tinggi dibandingkan inflasi Bahan Makanan Januari – Agustus 2018 (ytd) = 1,54%.

   2. Terjaganya koefisien variasi harga (KV).

Koefisien Variasi Harga Januari – September 2019 di atas 10%: cabai rawit (38,73%), cabai merah (33,67%), bawang putih (21,66%), bawang merah (16,58%).

   3.  Terjaminnya ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan.

Stok BULOG (per 1 Oktober 2019): CBP (2,18 juta ton), jagung (8.137 ton), Gula Pasir (8.063 ton), bawang merah (197,19 ton), bawang putih (0,05 ton), tepung terigu (674 ton), daging kerbau (3.753 ton), telur (10,92 ton), dan minyak goreng (1.789 kilo liter).

Adapun perkembangan outcome pengendalian harga pangan terhadap inflasi sejak tahun 2015-September 2019 disajikan dalam grafik Inflasi Bahan Makanan di bawah ini:

                      













Navigation