Header Style
Navbar Color

Detail Berita

Image

Latar Belakang

       Dalam rangka pelaksanaan kebijakan ekonomi berkeadilan Pemerintah telah meluncurkan paket Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (termasuk petani) yang berkelanjutan.

       KPE  memiliki 3 (tiga) pilar utama, meliputi Lahan, Kesempatan, dan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).  Pilar Pertama berdasarkan Lahan yaitu Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial yang berkaitan dengan pembagian akses  lahan yang adil bagi seluruh masyarakat, penetapan prioritas penerima TORA dan pengembangan usaha pertanian dengan metode aglomerasi atau klaster.

     Pengembangan usaha pertanian melalui klaster bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan skala ekonomi  serta meningkatkan pendapatan petani. 

Rencana Kinerja

Pada tahun 2018 telah diidentifikasi 5 (lima) daerah yang dapat dikembangkan sebagai calon lokasi percontohan Klaster Bisnis Padi, yaitu Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, Kab. Karanganyar Jawa Tengah, Kab. Mesuji Lampung, Kab. Barru Sulawesi Selatan, dan Kab. Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan. Selanjutnya tahapan lanjutan dilakukan pada tahun 2019 dan hingga Triwulan I tahun 2019terdapat beberapa capaian program yang terwujud yaitu:

     Dari lima calon lokasi percontohan klaster bisnis padi, pada tahun 2019 akan dilakukan Implementasi Klaster Bisnis Padi sedikitnya di dua lokasi percontohan di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Karanganyar.

         Sebagai panduan pelaksanaan akan disusun Action Plan dan koordinasi implementasi Klaster Bisnis Padi di dua lokasi percontohan tersebut.

    Disamping itu, akan dilakukan kegiatan evaluasi dan penentuan manajemen pengelola klaster bisnis padi pada 3 (tiga) calon lokasi percontohan lainnya, yaitu Kabupaten Mesuji-Lampung, Kabupaten Barru-Sulawesi Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan-Kalimantan Selatan. 


Target Kinerja

Pada Program Pengembangan Model Klaster Komoditas Padi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyusun konsep Klaster Bisnis Padi dengan  8  (delapan) pilar, yaitu:

        1)       Perubahan Paradigma Agribisnis,

        2)       Konsolidasi Kelembagaan

        3)       Adopsi Inovasi Teknologi

        4)       Kemudahan Akses Pembiayaan

 5)       Pelibatan Off taker

 6)       Penerapan IT

 7)       Dukungan Logistik dan

 8)       Sinergi.




Capaian Kinerja


Pengembangan usaha pertanian melalui klaster bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan skala ekonomi serta meningkatkan pendapatan petani. Untuk pengembangan klaster komoditas padi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyusun konsep Klaster Bisnis Padi dengan 8 (delapan) pilar, yaitu Perubahan Paradigma Agribisnis, Konsolidasi Kelembagaan, Adopsi Inovasi Teknologi, Kemudahan Akses Pembiayaan, Pelibatan Off taker, Penerapan IT, Dukungan Logistik dan Sinergi. Sejumlah capaian program sampai dengan Triwulan III 2019 adalah sebagai berikut:

o     Penyusunan Model Bisnis Klaster Bisnis Padi di Karanganyar dan  Ponorogo

o     Pembentukan lembaga pengelola/offtaker

o     Penyediaan sarana prasarana oleh Kementan melalui SP3T (RMU, Vertical Dryer, Combine harvesting, Mesin packaging, dan Gudang) telah diproses pengadaan dan untuk pembangunan Gudang dan bangunan lainnya telah ditransfer ke Poktan Berkah Tani di Ponorogo, sedangkan yang di Karanganyar telah selesai pemberkasan dan siap untuk pengadaan dan transfer ke Poktan Tani Mulyo I.

o     Konsolidasi fungsi dan kerjasama kelembagaan ekonomi di lokasi klaster (Poktan, Gapoktan, Bumdes, MDP/MDK, Bulog, Perbankan) 

o     Pemutakhiran data dan komitmen KL/Pemda dan Gapoktan untuk melaksanakan  implementasi klaster bisnis padi di Ponorogo dan di Karanganyar

  Implementasi Internet of Things (IoT) di lokasi pilot project klaster bisnis padi di Karanganyar dan Ponorogo berupa pemasangan alat sensor tanah dan cuaca



Navigation